|
KAMMI UNY dan Rekayasa Masa Depan Bangsa Ketika membahas KAMMI dan rekayasa masa depan bangsa ada tiga poin yang perlu diungkapkan. Pertama, bagaimana KAMMI memandang bangsa yang ideal. Kedua, bagaimana kondisi bangsa saat ini, dan yang ketiga bagaimana langkah KAMMI dalam mencapai bangsa yang ideal. Jika KAMMI menjadikan Islam sebagai inspirasi dan kerangka berpikir dalam memandang sesuatu maka KAMMI akan menggunakan Islam dalam memandang bangsa yang ideal. Bangsa pada hakekatnya adalah sekumpulan manusia yang memiliki tujuan, perasaan, dan cara pandang yang sama terhadap sesuatu. Bangsa juga membutuhkan adanya wilayah dan aturan-aturan untuk mewujudkan tujuan bangsa itu sendiri. Adanya bangsa, wilayah, dan aturan-aturan ini akan membentuk negara. Pada hakekatnya tujuan negara adalah untuk menjaga agama, melayani masyarakat/bangsanya, menjaga tegaknya syariah, dan melindungi bangsanya dari serangan musuh dalam bentuk apapun. Dengan demikian, bangsa yang ideal adalah bangsa yang terjaga agamanya, bangsa yang diurusi dan dilayani oleh negaranya, bangsa yang bebas untuk menjalankan syariat, dan terbebas dari serangan musuh dalam bentuk apapun. Krisis Kepemimpinan Kondisi bangsa Indonesia masih jauh dari ukuran bangsa yang ideal. Kelahiran KAMMI merupakan salah satu keniscayaan di tahun 1998. Di saat itu krisis multidimensi menjangkiti negeri ini dan berujung pada krisis kepemimpinan. Jikalau semasa orba kebebasan beragama begitu minim maka setelah reformasi agama memperoleh angin segar. Namun, di sisi lain kondisi ini juga membuka budaya asing seluas-luasnya. Bermaksud memberikan kebebasan tetapi malah membuka kran penindasan terhadap bangsa sendiri. Hal ini disebabkan krisis kepemimpinan di mana pemimpin bangsa ini pada dasarnya tidaklah memiliki karakter kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan bangsa sendiri. Pemimpin adalah orang yang seharusnya paling memahami karakter dan kekhasan bangsa yang dipimpinnya. Dia akan berpikir hanya untuk kesejahteraan bangsa yang dipimpinnya. Namun, yang kita alami justru jauh dari harapan. Tepat apabila KAMMI memilih visi kepemimpinan nasional. Namun, pertanyaannya peran kepemimpinan yang seperti apa yang akan KAMMI jalankan? Kemampuan KAMMI untuk menerjemahkan peran-perannya saat inilah yang yang akan menjadi kunci bagi keberlangsungan gerakan di masa mendatang. Jikalau semasa rezim Orba KAMMI dituntut untuk menjadi gerakan oposisi dan selalu berbicara lawan, maka pada masa demokrasi seperti ini KAMMI telah berhasil mendidik bangsa ini hingga rakyat menyuarakan aspirasinya sendiri. Apalagi ketika sistem demokrasi di mana rakyat memilih pemimpinnya sendiri. Lantas ketika kita hanya berkoar-koar rakyat yang mana yang kita perjuangkan? Untuk itu, KAMMI saat ini dituntut untuk lebih konkret berkontribusi bagi perbaikan umat. Keberadaan KAMMI Pusat, Daerah, dan Komisariat tidak lain untuk menciptakan sistem pendukung tercapainya visi kepemimpinan umat tersebut. Pembagian ranah garap yang jelas antara KAMMI Pusat, Daerah hingga Komisariat perlu menjadi perhatian menuju sinergisitas gerak. Dengan sinergisnya peran masing-masing ranah garap dari kaderisasi hingga kontribusi maka akan mengefisiensi dan mengefektifkan gerak. Dengan efisisensi dan efektifitas gerak inilah yang akan mempercepat tercapainya tujuan utama. Pentingnya sinergisitas ini sebenarnya telah disadari sejak awal. Hanya saja, dalam aplikasinya masih sering terjadi pengambilan peran yang kurang tepat. Untuk masalah nasional, KAMMI Pusatlah yang akan banyak mengambil peran, walaupun memerlukan dukungan KAMDA hingga Komsat. Apalagi untuk perihal massa, komsatlah yang menjadi basis massa. KAMMI pun menyadari hal itu sehingga pembentukan basis ijtima’iyah oleh Komisariat memerlukan perhatian cukup besar. Untuk urusan Daerah, KAMMI daerahlah yang akan mengkoordinir komsat-komsat sesuai dengan ranah garapnya. KAMMI DIY memiliki komisariat yang paling banyak dan tersebar di hampir seluruh kabupaten di Yogyakarta. Menyadari pentingnya sinergisitas antarkomisariat maka KAMMI DIY perlu membuat rumpun-rumpun wilayah. KAMMI UNY yang terletak di 3 kabupaten: Kulonprogo, Bantul, dan Sleman sekarang dituntut untuk kontributif tidak hanya di kampus UNY tetapi juga kepada masyarakat yang lebih luas. Dan untuk periode ini, KAMMI UNY menyatakan diri untuk mengambil fokus isu di wilayah Sleman. Isu Anggaran dan Kurikulum Pendidikan di Sleman Dengan ikon UNY sebagai kampus pendidikan inilah yang menjadikan KAMMI UNY tepat ketika mengambil ranah garap kesejahteraan rakyat yang di dalamnya terkandung masalah pendidikan. Dengan basic pendidikan yang kemudian difokuskan pada wilayah garap pendidikan inilah diharapkan kader KAMMI UNY akan mampu menjadi pemimpin yang kontributif bagi umat. Ia akan menjadi pemimpin yang benar-benar memahami ranah garapnya dan ingin mencapai kemaslahatan umatnya. Jikalau selama ini KAMMI UNY masih fokus dengan urusan kampus, maka saat ini KAMMI UNY mulai memfokuskan diri pada isu-isu Sleman khususnya bidang pendidikan. Namun, KAMMI tidak melupakan perannya di kampus. Tugu sebagai LSO KAMMI akan menjalankan peran kekampusannya mendukung kontribusi nyata KAMMI kepada masyarakat. Kontribusi riil KAMMI di wilayah kesejahteraan rakyat didukung oleh semua Departemen, khususnya Departemen Kebijakan Publik yang fokus pada pengawalan pelaksanaan pendidikan di Sleman dan Departemen Sosial Masyarakat yang fokus pada pelayanan masyarakat. Pendidikan merupakan isu yang sangat luas. Untuk itu, pada periode kepengurusan kali ini KAMMI UNY fokus di isu anggaran dan kurikulum pendidikan Sleman. Pengawalan pembuatan Perda Pendidikan Sleman merupakan kerja awal yang KAMMI garap serius. Hal ini mengingat Perda merupakan aturan yang akan menjadi pegangan dalam pelaksanaan pendidikan di Sleman. Tidak berhenti sampai di sini, maka pengawalan pelaksanaan pendidikan di Sleman akan menjadi tugas Departemen Kebijakan Publik KAMMI UNY. Perihal anggaran, KAMMI akan memperjuangkan anggaran pendidikan yang memang menjadi hak rakyat. Perihal kurikulum, KAMMI UNY akan menyuarakan pentingnya pendidikan yang sadar akan potensi daerah alias pendidikan yang berkearifan lokal. Tak lupa sebagai wujud kepedulian terhadap kondisi riil masyarakat, KAMMI UNY melalui Departemen Sosial Masyarakat menggandeng sebuah desa sebagai prototipe peran dan kontribusi nyata KAMMI terhadap bangsa ini. Pendampingan dan pemberdayaan desa berusaha KAMMI lakukan demi kesejahteraan serta terciptanya masyarakat yang lebih baik. Dalam menjalankan agenda-agenda KAMMI di wilayah pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, kepengurusan KAMMI UNY 2008 digawangi seorang Ketua yang kompeten, jajaran Sekretaris dan Bendahara yang cermat serta Departemen-departemen yang menjalankan fungsi sebaik-baiknya. Sebagai fokus gerakan adalah Departemen Kebijakan Publik dan Departemen Sosial Masyarakat, namun peran departemen yang lain tidaklah kecil. Kaderisasi yang bertugas menyiapkan basis massa sebagai bahan bakar gerakan KAMMI, Humas yang menjadi jembatan komunikasi dengan mitra dan jaringan, serta DPW yang mengkosolidasi kader-kader di wilayah kampus 2 dan kampus 3 UNY. Peran KAMMI UNY di ranah kampus yang kemudian diperluas ke wilayah dan ketika semua komisariat bergabung untuk berkontribusi untuk daerah masing-masing dengan dikoordinir KAMMI Daerah sampai Pusat maka akan mampu mencapai visi kemaslahatan masyarakat Indonesia bahkan dunia internasional. Akhirnya, kami berharap Allah meridhoi usaha kami dan meringankan langkah-langkah kami. Jaya Indonesiaku! |